YOGYAKARTA – Program Studi Fisioterapi Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta sukses menyelenggarakan kegiatan Desiminasi Bisnis Plan pada Senin, 27 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa semester 6 sebagai bagian dari pemenuhan tugas mata kuliah Dasar Manajemen.

Acara ini bukan sekadar presentasi akademik biasa, melainkan wujud nyata komitmen prodi dalam membekali mahasiswa dengan jiwa entrepreneurship (kewirausahaan). Dalam sesi desiminasi ini, berbagai ide bisnis inovatif di bidang kesehatan dipaparkan, mulai dari konsep klinik fisioterapi mandiri, layanan home care berbasis teknologi, hingga pengembangan alat bantu rehabilitasi kreatif.

Tujuannya sangat spesifik: memastikan lulusan Fisioterapi UNISA Yogyakarta tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi mampu menjadi pencipta lapangan kerja (job creator). Hal ini selaras dengan profil lulusan yang adaptif terhadap dinamika industri kesehatan modern.

Asyhara Naela Arifin, Ftr., M.Fis, selaku Penanggung Jawab (PJ) mata kuliah Dasar Manajemen, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme dan kreativitas para mahasiswa. Menurutnya, pemahaman manajerial adalah pilar penting bagi praktisi klinis.

“Melalui desiminasi ini, kami ingin mahasiswa memiliki mindset bahwa seorang fisioterapis profesional juga harus memiliki kemampuan manajerial dan kewirausahaan yang mumpuni. Kita tidak ingin mereka hanya ahli dalam penanganan klinis, tapi juga cerdas dalam membaca peluang pasar. Harapannya, setelah lulus nanti, mereka memiliki keberanian dan bekal kompetensi untuk langsung membuka unit usaha mandiri, sehingga dapat membantu menyerap tenaga kerja sekaligus memperluas akses layanan fisioterapi bagi masyarakat,” ujar Asyhara Naela Arifin.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan masukan dari para panelis untuk menyempurnakan rencana bisnis mahasiswa agar lebih feasible untuk diimplementasikan di dunia nyata. Dengan bekal integrasi antara keilmuan klinis dan manajemen ini, UNISA Yogyakarta optimis lulusannya akan menjadi motor penggerak ekonomi di sektor kesehatan.