YOGYAKARTA – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Gedung Convention Hall Walidah Dahlan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta pada hari ini, Kamis (16/04/2026). Sebanyak 50 mahasiswa Program Studi Fisioterapi resmi menyandang gelar Sarjana Fisioterapi setelah dinyatakan lulus dalam prosesi wisuda yang berlangsung meriah.

Keberhasilan para wisudawan kali ini terasa sangat istimewa. Pasalnya, ke-50 lulusan ini berhasil menyelesaikan masa studi mereka dalam waktu yang relatif singkat, yakni hanya 3,5 tahun. Prestasi ini membuktikan efektivitas kurikulum dan tingginya dedikasi mahasiswa UNISA Yogyakarta dalam menempuh pendidikan di bidang kesehatan gerak dan fungsi tubuh.

Ketua Program Studi Fisioterapi menyatakan rasa bangga atas pencapaian para wisudawan. Beliau menekankan bahwa menyelesaikan program sarjana fisioterapi dalam waktu 7 semester bukanlah hal yang mudah, mengingat beban praktikum dan analisis biomekanika yang sangat padat.

“Hari ini kita menyaksikan lahirnya 50 talenta baru di dunia kesehatan. Masa studi 3,5 tahun yang mereka tempuh bukan sekadar mengejar kecepatan, melainkan bukti ketangkasan mereka dalam menyerap ilmu dan keterampilan klinis,” ujarnya di hadapan para orang tua wisudawan.

Namun, perjuangan para lulusan ini belum berakhir di gedung Convention Hall. Sebagai bagian dari komitmen mencetak tenaga kesehatan yang kompeten dan memiliki legalitas penuh, ke-50 sarjana baru ini dijadwalkan akan langsung terjun melanjutkan estafet pendidikan mereka ke jenjang Program Pendidikan Profesi Fisioterapis.

Pendidikan profesi ini merupakan syarat mutlak bagi mereka untuk mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) dan lisensi praktik sebagai Fisioterapis profesional. Di tahap tersebut, mereka akan langsung berhadapan dengan kasus nyata di berbagai rumah sakit dan pusat rehabilitasi mitra UNISA Yogyakarta untuk mengasah clinical reasoning dan empati terhadap pasien.

Salah satu perwakilan wisudawan mengungkapkan rasa syukurnya. “Wisuda hari ini adalah gerbang pembuka. Kami sadar bahwa tantangan sesungguhnya ada di program profesi nanti, di mana teori yang kami pelajari selama 3,5 tahun akan diuji langsung untuk membantu memulihkan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Gedung Walidah Dahlan sendiri menjadi saksi bisu transformasi 50 anak muda ini dari mahasiswa menjadi calon praktisi kesehatan. Dengan bekal nilai-nilai keislaman dan keilmuan yang progresif khas UNISA Yogyakarta, mereka diharapkan mampu membawa perubahan positif dalam dunia fisioterapi, baik di kancah nasional maupun internasional.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama, menandai berakhirnya masa prasarjana dan dimulainya dedikasi mereka sebagai pejuang kesehatan gerak manusia.